Oleh: dr.Evie Ratna Dewi S.A., SH., MARS., CH., Cht
Sebagai Coach Duta Pelajar Karang Taruna Karawang, aku semakin sering menyaksikan dinamika kehidupan para pelajar yang kini berjalan begitu cepat dan menuntut. Di balik senyum yang mereka tunjukkan setiap hari, ada beban yang tak selalu terlihat—tugas sekolah yang menumpuk, tekanan untuk meraih prestasi, pergaulan yang semakin kompleks, hingga keresahan terhadap masa depan yang masih penuh tanda tanya. Semua itu mengajarkan satu hal: kesehatan mental bukan lagi isu pinggiran, melainkan kebutuhan nyata yang harus dipahami, dikenali, dan dijaga oleh setiap pelajar.
“Jaga kesehatan mental, wujudkan generasi emas! Kesehatan mental bukan lagi isu pinggiran, tapi kebutuhan nyata yang harus dipahami dan dijaga.” dr.Evie Ratna Dewi S.A., SH., MARS., CH., Cht
Dalam setiap sesi pembinaan, aku melihat bahwa para pelajar sebenarnya memiliki potensi luar biasa. Mereka kreatif, berani, dan penuh semangat. Namun potensi itu hanya bisa berkembang ketika pikiran mereka berada dalam kondisi yang sehat dan stabil. Ada yang akhirnya mampu bercerita setelah lama memendam, ada yang baru menyadari bahwa stres bukan tanda kelemahan, dan ada pula yang perlahan belajar bahwa meminta bantuan bukanlah sesuatu yang memalukan. Melihat perubahan-perubahan kecil itu membuatku yakin bahwa pendampingan dan komunikasi yang tepat dapat menjadi cahaya bagi mereka yang sedang berjuang dalam sunyi.
Karena itulah, peran Duta Pelajar sangat penting—bukan sekadar simbol, tetapi hadir sebagai teman sebaya yang benar-benar memahami apa yang sedang dihadapi teman-temannya. Harapanku bagi para duta terpilih adalah agar mereka tidak hanya berhenti pada tataran teori atau kegiatan seremonial. Aku ingin mereka mampu membawa nilai-nilai kesehatan mental ke dalam keseharian: menjadi pendengar yang tulus, mengingatkan pentingnya istirahat, mengajarkan cara berbagi cerita tanpa takut dihakimi, serta mencontohkan bagaimana mengelola emosi secara sehat.
Lebih dari itu, aku berharap mereka bisa membangun lingkungan sekolah yang ramah mental, di mana setiap pelajar merasa aman untuk berkembang dan diterima apa adanya. Duta Pelajar bukan hanya representasi Karang Taruna Karawang, tetapi perpanjangan tangan untuk perubahan sosial—perubahan kecil yang, bila konsisten dilakukan, akan menciptakan dampak besar bagi generasi muda di daerah ini.
Pada akhirnya, kesehatan mental bukan hanya tentang mengatasi masalah, tetapi tentang menjaga keseimbangan diri agar dapat melangkah dengan lebih yakin. Jika para duta mampu menghayati dan mengamalkan hal ini dalam hidup mereka, maka mereka tidak hanya menjadi figur inspiratif, tetapi juga agen yang benar-benar membawa harapan bagi masa depan para pelajar Karawang.



